Search

Resahkan Kontraktor, Oknum Ngaku Pimpred Minta Uang Proyek Dalih Untuk Rekan-Rekan Media

 



KARAWANG - Dunia jurnalistik di Karawang kembali dicoreng oleh ulah oknum yang mengatasnamakan wartawan. Seorang oknum indisial AG  yang mengaku sebagai Pimpinan Redaksi (Pimpred) sebuah media online, diduga kerap meminta uang kepada para pelaksana proyek dengan dalih untuk dibagikan ke rekan-rekan media.

Modus yang digunakan oknum tersebut terbilang klasik. Ia menghubungi atau mendatangi pelaksana proyek, mengaku sebagai Pimpred dan mengatasnamakan puluhan wartawan agar proyeknya tidak diberitakan miring. Dengan dalih "untuk rekan-rekan media",yng indisial   AG  oknum tersebut meminta sejumlah uang koordinasi.

Informasi yang dihimpun, aksi oknum tersebut sudah meresahkan beberapa pelaksana proyek di wilayah Karawang. Para pelaksana merasa terganggu karena hampir setiap ada proyek, oknum tersebut selalu muncul mengaku sebagai Pimpred.

Dia selalu mengaku Pimpred, mintanya buat rekan-rekan media. Padahal kami tahu, wartawan resmi tidak ada yang seperti itu. Ini jelas pemerasan berkedok wartawan," ujar salah satu sumber pelaksana yang enggan disebutkan namanya.

Ketua Korwil 5 IWOI DPD Karawang, Adnan Siregar, menegaskan bahwa perilaku tersebut bukan cerminan wartawan profesional dan sangat merugikan organisasi pers resmi.

"Kami dari IWOI tidak pernah mengajarkan anggota untuk meminta-minta uang ke proyek. Tugas wartawan adalah melakukan kontrol sosial dan membuat berita sesuai fakta di lapangan, bukan meminta uang dengan dalih untuk rekan-rekan media. Itu oknum, bukan wartawan," tegas Adnan.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaksana proyek, pengusaha, dan kepala sekolah untuk tidak melayani permintaan uang dari oknum yang mengatasnamakan wartawan. Jika ada yang mengaku wartawan dan meminta uang, segera laporkan ke organisasi pers resmi atau ke pihak kepolisian.

Jangan dilayani. Wartawan resmi kalau konfirmasi pasti dengan identitas jelas, surat tugas, dan beritanya berimbang. Bukan dengan cara minta uang," tambahnya.

(Tim Iwoi korwil 5)

0 Komentar