Search

Disorot publik! proyek rehabilitasi SDN anggadita iv senilai Rp 1,8 miliar di karawang dikerjakan asal-asalan, bekisting pakai papan bekas lapuk

 


klari, karawang- proyek rehabilitasi ruang kelas *SDN anggadita iv yang berlokasi di kecamatan klari, kabupaten karawang, menjadi sorotan warga dan wali murid.

proyek milik pemerintah kabupaten karawang, dinas pendidikan dan kebudayaan ini menelan anggaran yang tidak sedikit, yaitu senilai *Rp 1.802.000.000,- (satu miliar delapan ratus dua juta rupiah) yang bersumber dari apbd kabupaten karawang tahun 2026 pelaksananya adalah cv. latansa dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender dengan nomor kontrak 000.3/02/sp.reh.01.06/sarpras/vii/2026

namun sangat disayangkan, proyek dengan nilai miliaran rupiah yang seharusnya menjadi contoh bangunan pendidikan yang berkualitas, justru diduga dikerjakan asal-asalan dan jauh dari standar keselamatan kerja.

fakta di lapangan yang ditemukan:

 pondasi dan sloof terkesan asal jadi

dari pantauan di lokasi, pekerjaan sloof beton memang sudah selesai dicor. namun hasil cor-an terlihat tidak padat, banyak bagian yang kropos dan permukaannya tidak rata. diduga adukan beton tidak sesuai takaran dan pemadatannya tidak maksimal. padahal ini adalah pondasi utama untuk menahan beban bangunan sekolah bertingkat.

 bekisting kolom pakai papan bekas lapuk

yang lebih memprihatinkan adalah bekisting untuk kolom. terlihat jelas bekisting kolom menggunakan papan kayu bekas yang sudah lapuk, tidak presisi dan hanya diikat seadanya. dengan bekisting seperti ini, hasil cor kolom dipastikan akan miring, bocor dan tidak siku. sangat tidak layak untuk proyek senilai Rp 1,8 miliar.

lokasi berantakan, tanpa pengawasan dan k3

di dalam area pekerjaan, material sisa bekisting, paku, dan puing berserakan di dalam galian sloof. tidak ada jaring pengaman, tidak ada helm pengaman yang dipakai pekerja, dan tidak ada pengawas dari dinas pendidikan maupun konsultan di lokasi. hanya terlihat satu dua pekerja yang berada di lokasi tanpa mandor.

pada papan informasi proyek tertulis nilai kontrak hanya 1.802.000 (satu juta delapan ratus dua ribu) padahal yang seharusnya  Rp 1.802.000.000 (satu miliar) kesalahan fatal pada papan informasi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan keseriusan pelaksana. papan informasi seharusnya menjadi bentuk transparansi anggaran, bukan sekedar pajangan formalitas.

warga sekitar dan wali murid SDN anggadita iv mengaku khawatir dengan kualitas bangunan tersebut.

ini kan buat ruang kelas anak-anak sekolah, harusnya yang kokoh dan bagus. kalau sloofnya kropos, bekistingnya pakai papan bekas lapuk begini, kami khawatir nanti bangunannya tidak kuat dan membahayakan anak-anak. anggaran Rp 1,8 miliar itu besar, harusnya kualitasnya juga bagus, jangan asal jadi," ujar salah satu wali murid.

masyarakat meminta *kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten karawang, bidang sarpras, serta inspektorat dan bupati karawang untuk segera turun sidak ke lokasi SDN anggadita iv dan mengevaluasi kinerja cv. latansa sebagai pelaksana proyek.

jangan sampai anggaran pendidikan yang besar dari uang pajak rakyat hanya menjadi bancakan oknum pemborong nakal yang mengutamakan keuntungan pribadi di atas keselamatan anak didik.


(Jajang s )

0 Komentar