Search

Didugaan main curang! proyek drainase rp 189 juta di telarsari jatisari cuma asal tancap, papan informasi jadi pajangan

 



jatisari, karawang – viral! proyek pembangunan drainase lingkungan yang menelan anggaran ratusan juta rupiah di dusun telarsari rt 002 rw 001, desa telarsari, kecamatan jatisari, kabupaten karawang  kini menjadi bahan gunjingan dan sorotan tajam publik.

bagaimana tidak, proyek apbd kabupaten karawang tahun 2026 senilai rp 189.059.000,- yang dikerjakan oleh cv. wirasuta kahuripan dengan volume panjang 129,50 meter, tinggi 0,90 meter x 2 sisi ini, cara pengerjaannya diduga main curang, asal jadi dan asal tancap.

padahal waktu pelaksanaannya cukup panjang, 60 hari kalender dari 04 september s/d 02 november 2026. tapi baru beberapa minggu dikerjakan, bobroknya sudah terlihat jelas.

pantauan di lapangan sangat memprihatinkan

tim media yang mendapatkan laporan dari warga langsung cek ke lokasi. hasilnya sangat mengejutkan.

pekerjaan pasang baru, tapi tanpa pondasi sama sekali

ini adalah proyek pasang baru bukan rehabilitasi. seharusnya pondasi digali minimal 30-40 cm sampai ke tanah keras, diberi lantai kerja dan pasangan anstamping biar kokoh.

faktanya? tidak ada galian pondasi sama sekali! batu pertama langsung ditancapkan di atas lumpur sawah yang becek dan masih tergenang air. ini bukan pondasi, ini namanya tancap pisang!

cuman ditancap di lumpur, asal jadi

lihat saja fotonya. batu belah ditancapkan di atas lumpur sawah yang masih lembek. tidak ada pengeringan lahan, tidak ada pengalihan air. pekerja main tancap begitu saja. akibatnya susunan batu miring, tidak lurus, tidak siku. batu juga dibiarkan berserakan di pematang sawah milik petani. kalau diinjak kaki saja goyang, apalagi kena arus air saat hujan besar? pasti langsung ambruk!

material diduga dikurangi, tidak pakai adukan semen yang layak

ini yang paling parah dan diduga jadi modus main curang. pasangan batu terlihat tidak menggunakan adukan semen yang benar. batu hanya ditumpuk, rongga antar batu dibiarkan kosong menganga tanpa diisi adukan spesi.

dugaan warga, semen dan pasir sengaja diirit, batu dipasang seadanya untuk meraup untung besar dari anggaran rp 189 juta. kualitasnya? jauh dari kata layak. baru 2 bulan bisa dipastikan jebol.

papan informasi cuman jadi pajangan, pengawas, pelaksana, mandor molor dan lepas pengawasan

papan informasi proyek senilai rp 189 juta berdiri gagah di lokasi, lengkap dengan nama dinas, nama cv, nilai kontrak dan volume. tapi sayang, papan itu cuman jadi pajangan formalitas!

warga sekitar mengaku kesal karena selama pekerjaan berlangsung, mereka tidak pernah melihat pengawas dari dinas pupr karawang bidang sda maupun konsultan pengawas. pelaksana dan mandor pun kerjanya molor datang siang sebentar lalu menghilang, pekerjaan dibiarkan dikerjakan asal-asalan oleh tukang tanpa arahan teknis.

"ini jelas main curang dan dibiarkan. anggaran 189 juta dari uang rakyat, tapi kerjanya cuman ditancapkan di lumpur, pondasi tidak digali, material dikurangi, tidak pakai adukan. papan informasi cuman jadi pajangan biar kelihatan resmi. pengawas, pelaksana, mandor molor semua, lepas pengawasan. ini namanya menghamburkan uang negara," ujar warga telarsari dengan nada kesal dan kecewa.

warga minta bupati dan kejaksaan turun tangan

akibat pekerjaan yang diduga asal jadi ini, warga pesimis drainase tersebut akan bertahan lama. jika musim hujan tiba, drainase yang baru dibangun ini dipastikan akan jebol dan tidak berfungsi, sehingga sawah dan pemukiman warga akan tetap kebanjiran.

oleh karena itu, warga dusun telarsari rt 002 rw 001 meminta bupati karawang h. aep syaepuloh, kepala dinas pupr karawang, inspektorat kabupaten karawang, serta kejaksaan negeri karawang untuk segera melakukan sidak dan *audit investigasi ke lokasi.

jika terbukti ada pengurangan volume, pengurangan material, dan pekerjaan tidak sesuai rab dan spesifikasi teknis, warga meminta proyek tersebut dibongkar ulang dan kontraktor cv. wirasuta kahuripan diberi sanksi tegas dan di-blacklist.

jangan sampai uang rakyat rp 189 juta hanya menjadi bancakan oknum pemborong nakal dengan dalih pembangunan.


 (Lili Efendi )

0 Komentar