Search

Diduga Abaikan K3, Renovasi Atap Sekolah Tanpa APD Dinilai Membahayakan Siswa

 


KARAWANG, Jelajah Fakta ][ Proses renovasi atap salah satu gedung sekolah di Karawang diduga dikerjakan tanpa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta tanpa pengamanan area proyek. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan siswa yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat para pekerja melakukan pemasangan rangka baja ringan di atas gedung sekolah tanpa menggunakan alat pelindung diri dan tanpa adanya pagar pembatas proyek.

Sementara itu, di area bawah gedung masih terlihat siswa berseragam olahraga berlalu lalang.

"Tanpa APD dan membahayakan anak sekolah. Ga ada garis pembatas, ga ada pengamanan. Ini justru membahayakan kalau ada hal-hal kecelakaan seperti ke anak-anak sekolah, siapa yang akan tanggung jawab? Ini memicu ke kecelakaan. Barang-barang bekas berantakan dan pemasangan rangka itu sesuai spesifikasi ga? Standar dengan RAB ga?," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya kepada media, Senin (25/08/2026).

Dari foto dokumentasi terlihat jelas material bangunan dan bekas bongkaran, serta rangka baja berserakan di area sekolah.

Sejumlah siswa juga tampak bermain di dekat lokasi proyek yang belum dipasangi garis atau rambu peringatan.

Minimnya pengamanan ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, kejatuhan material, hingga membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum dapat dimintai keterangan terkait sumber anggaran renovasi, apakah menggunakan dana APD, BOS, atau swadaya. Begitu juga terkait spesifikasi pekerjaan dan RAB yang digunakan.

Tim media masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak sekolah, dinas terkait, dan kontraktor pelaksana agar memberikan penjelasan terbuka demi keamanan dan keselamatan peserta didik.

Publik berhak tahu. Anak sekolah berhak mendapatkan rasa aman saat belajar.

(Lili Efendi)

0 Komentar